Eha termasuk salah satu jenis penting dari marga Castanopsis (Fabaceae) . Jenis ini tumbuh alami di hutan dataran rendah primer dan sekunder sampai dengan ketinggian 1000 m dpl di wilayah Indonesia diantaranya Maluku, Sulawesi dan Kalimantan. Jenis ini memiliki tinggi 20-30 m dengan diameter 10-30 cm dan memiliki kayu kelas kuat II-III dan kelas awet III. Berdasarkan kelas awet dan kuat tersebut kayu dari jenis ini dapat dipergunakan untuk balok pada bangunan perumahan dan jembatan, papan, tiang dan rusuk dan baik untuk dijadikan sirap.
Selain kayu, buah/biji eha dapat dikonsumsi manusia. Secara lokal, buah eha disangrai dan dimakan seperti rasa kacang oleh masyarakat Wawonii, Kab. Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara. Di Kolaka Timur, biji eha dijadikan sebagai bahan pembuatan kolak. Berdasarkan hasil pengamatan tim pengusul, buah dari eha juga disukai oleh monyet dan babi.
Beberapa sumber melaporkan bahwa bahwa biji castanopsis (chesnut) terdiri dari 50% air dan 45% dari kerbohidrat, protein, lemak,serat dan abu serta beragam vitamin (A, B1, B2, B3, B5, B6, B9, B12, C dan D). Tanaman eha dapat diperbanyak dengan biji dan secara vegetative (cangkok dan stek).